Robot Quince Sang Penyelamat Saat Ada Bahaya Di Reaktor Fukushima

Robot penyelamat dapat pergi ke tempat yang tak dapat kita jangkau. Robot ini mencari di antara reruntuhan, memeriksa bom mobil, dan membawa ranjau. Robot penyelamat sudah digunakan secara luas selama beberapa tahun belakangan ini. Perusahaan pembuat robot Amerika, iRobot, sudah mengirimkan 3.000 penyelamat kecilnya ke baris depan militer AS. Bagi orang Jepang, gempa Kobe pada 1995 merupakan peristiwa yang memicu Jepang untuk mengembangkan robot yang dapat menembus dan bergerak di antara reruntuhan rumah yang terlalu berbahaya bagi tim penyelamat.

Berkat inisiatif itulah tercipta Active Scope Camera yang dapat bergerak melalui celah-celah kecil. Uji coba pada kebocoran reaktor Robot penyelamat buatan Jepang, seperti Quince, dibuat tidak dengan balutan yang spektakuler dan mirip dengan pembersih ranjau dari AS. Robot ini panjangnya tak lebih dari satu meter dan bergerak dengan menggunakan ban ulat atau ban rantai. Meski demikian, robot ini bukanlah robot biasa. Quince adalah robot yang antidebu dan antiair yang dapat membersihkan tubuhnya sendiri dari bahan-bahan kimia berbahaya. Saat paling bersejarah bagi Quince adalah pada 2011 ketika ada kebocoran reaktor di Fukushima. Pada saat itu, hanya Quince yang dapat menembus lantai atas reaktor Fukushima untuk mengukur tingkat radiasi di sana. Akan tetapi, kontak dengan Quince pernah terputus karena kabel penghubungnya putus.

Komunikasi melalui sinyal tak dapat dilakukan karena dinding reaktor yang sangat tebal. Pada akhirnya, digunakanlah dua rangkaian robot. Harga robot Quince bisa mencapai US$90.000. Orang tak terlalu suka kehilangan sesuatu, kata Profesor Surmann dari Institut Gelsenkirchen dan mitra proyek EU, Nifti. Gagasannya adalah menggunakan robot sekali pakai yang murah untuk dikirim ke lokasi kejadian. Robot akan membuat sebuah jaringan dan mengirimkan gambar lokasi kejadian kepada tenaga penyelamat.

Setelah itu, barulah dikirim robot yang mahal dengan tetap berhubungan melalui sinyal dengan robot sekali pakai. Model yang dikerjakan oleh Institut Gelsenkirchen hanya bernilai US$650 karena model tersebut menggunakan komponen yang sudah jadi seperti mobil mainan, router, atau smartphone. Platform yang digunakan adalah ROS yang menggantikan sistem operasi Windows atau Linux. Sebuah komunitas pecinta sistem operasi tersebut terus mengembangkan feature baru untuk ROS, seperti driver yang dapat membaca sensor dari smartphone berbasis Android.

Sumber: https://teknorus.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation